Untuk meningkatkan ketahanan dingin material karet, para peneliti telah mengadopsi berbagai metode. Metode-metode ini terutama meliputi kopolimerisasi dan modifikasi kimia karet, pencampuran karet, penambahan pemlastis, pemilihan sistem vulkanisasi dan pengisi yang rasional, dll.
1. Kopolimerisasi dan modifikasi kimia karet Kopolimerisasi dan modifikasi kimia karet adalah metode efektif untuk meningkatkan ketahanan dingin material karet. Dengan memperkenalkan monomer dengan gugus samping besar untuk kopolimerisasi, keteraturan rantai molekul karet dapat diganggu, dan Tg serta Tb-nya dapat dikurangi. Misalnya, memperkenalkan monomer dengan struktur fleksibel ke dalam molekul karet fluor dapat meningkatkan fleksibilitas rantai molekul, mengurangi gaya antarmolekul, dan dengan demikian meningkatkan ketahanan dingin karet fluor. Selain itu, metode modifikasi kimia seperti epoksidasi dan isomerisasi dapat digunakan untuk mengubah struktur rantai molekul karet dan meningkatkan ketahanan dinginnya.
2. Pencampuran karet adalah metode umum untuk menyesuaikan ketahanan dingin dalam desain formula karet. Dengan menggabungkan berbagai jenis karet, keunggulan masing-masing dapat dimanfaatkan secara komprehensif untuk meningkatkan ketahanan dingin material karet. Misalnya, menggabungkan karet stirena butadiena (SBR) dengan karet butadiena (BR) dapat meningkatkan ketahanan dingin karet. Hal ini karena SBR dan BR memiliki Tg yang lebih rendah dan fleksibilitas rantai molekul yang baik, serta masih dapat mempertahankan tingkat elastisitas tertentu pada suhu rendah.
3. Penambahan pemlastis adalah salah satu langkah efektif untuk meningkatkan ketahanan dingin material karet. Pemlastis dapat meningkatkan fleksibilitas rantai molekul karet, mengurangi gaya antarmolekul, dan membuat segmen molekul lebih mudah bergerak. Pada suhu rendah, pemlastis dapat bertindak sebagai pelumas, mengurangi gesekan dan hambatan antar rantai molekul karet, sehingga meningkatkan ketahanan dingin karet. Pemlastis umum meliputi pemlastis pelarut hidrokarbon berbasis minyak bumi dan pemlastis non-pelarut.